Pelaku dapat melakukan pembobolan ATM dengan cara menyalin atau meng-kloning data dari kartu ATM milik nasabah menggunakan perangkat yang disebut Skimmer. Skimmer adalah alat pembaca dan penulis kartu magnetik. Skimmer bisa menyalin seluruh data dari ATM kita kemudian mentransfernya ke kartu lain yang masih kosong. Cara kerjanya mirip alat pengganda cd writer pada komputer yang mampu membaca cd berisi data, kemudian menyalinnya ke cd lain yang masih kosong. Isinya akan sama persis dengan cd aslinya. Ketika sudah direkam, maka pelaku akan memiliki data dari kartu ATM sekaligus nomor PIN-nya. Setelah itu, ia akan menggunakan kartu hasil cloning dan PIN nasabah untuk mengambil isi di rekeningnya.
Aksi perampokan uang dengan menggunakan perangkat Skimmer ternyata juga bisa dilakukan melalui alat debit kartu di mall atau toko yang menyediakan layanan pembayaran secara debet. Cara kerjanya hampir sama saja dengan modus yang diterapkan di mesin-mesin ATM.
Untuk mencegah aksi skimmer ini, menurut Departemen Saluran Elektronik Artajasa, yang menjadi penyedia ATM yang digunakan bersama oleh 74 bank di Indonesia, mengatakan bahwa diperlukan pengaman anti skimmer di mesin ATM. Pengaman mesin ATM sendiri terdiri dari 2 jenis, yaitu cocor bebek dan jitter. Cocor bebek adalah alat yang ditempel di mulut slot kartu, sehingga pelaku tidak bisa menempel skimmer. Pengaman kedua adalah jitter, aplikasi yang membuat kartu masuk dan keluar slot secara perlahan, untuk mencegah data terekam, sehingga nasabah diminta sabar untuk menunggu, jangan memaksa tarik atau dorong kartu. Masih dari sumber yang sama, pengaman tersebut ditujukan untuk meminimalisir pencurian bermodus skimmer, walaupun tidak 100 persen dapat menghilangkannya. Nasabah bisa meningkatkan keamanan dengan mengganti PIN dan menutupi dengan tangan ketika memasukkan nomor PIN agar tidak terekam kamera tersembunyi.(h_n)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar